Cara Menilai Tumbuh Kembang Anak (Part 2: Perkembangan)

Arsip Informasi

Sebelumnya di Part 1 saya sudah cerita in brief tentang cara menilai pertumbuhan menggunakan growth chart WHO. Nah kali ini saya coba sedikit memberikan gambaran tentang cara menilai perkembangan anak. Btw, jauuuuuuh sekali tanggal terbit dengan part 1-nya nih :D. Ketauan malesssss…

Perkembangan anak adalah suatu proses pencapaian, merupakan perubahan kualitatif sebagai hasil kombinasi pembelajaran, pengalaman dan kematangan. Jadi bedanya dengan pertumbuhan yaitu kalo pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran (kuantitatif dan bisa diukur). Perkembangan pada anak biasanya disebut juga sebagai developmental milestone. Developmental milestones adalah satu set kemampuan yang harus dikuasai anak pada rentang usia tertentu.

Cara Menilai Tumbuh Kembang Anak (Part 1: Pertumbuhan)

Arsip Informasi

Beberapa orang: “Ilaaaaan… kok sekarang kurus banget sih!?”

Saya : *nangis bombay*

_______ xxx_______

Eitttsss tapi itu dulu.. :P. Sekarang udah ngga lagi doong, karena mulai paham konsep tumbuh kembang anak. Saya yakin, beberapa dari kita pastinya pernah mengalami situasi seperti itu. Dan I know, I know.. ngga ada satupun ortu yang nyaman anaknya dibilang terlalu kurus or terlalu gemuk. Bahkan, banyak juga lho ortu yang gampang banget tertekan saat memperhatikan timbangan berat badan (BB) buah hati yang nambahnya seuprit uprit. Hihihi.. saya contohnya *ngacung*. Setiap kali ada yang bilang Ilan kurus, hati saya pasti deh bagai tersayat-sayat sembilu. Syakitttttt banget #uhuk. Berasa jadi ibu yang gagal dan bakal melow melow galaw seharian. Mulai negthink asi ngga cukup lah, ilan stress karena ditinggal kerja lah, sampai alasan yang ngga logis dan relevan: jangan2 saya hamil lagi haha.. ngga nyambung banget apa kaitannya dengan BB Ilan.