Tidak Terjadi Begitu Saja

Arsip AAS, Arsip Cerita, Arsip Ibu

Ehm. Judulnya sok2an misterius. Hahahaha…

Tulisan berikut ini adalah utang saya pada diri saya sendiri, yang sudah lama terbengkalai, baru mulai dicicil (bayarnya kredit). Jadi ceritanya beberapa waktu lalu saya berjanji (pada diri saya sendiri) akan mendokumentasikan perjalanan saya dan suami dalam mengejar salah satu mimpi kami, menuntut ilmu ke negeri sebrang (asiiik). Melalui tulisan, setidaknya saya bisa membagi sedikit informasi, mengobarkan secuil motivasi, syukur-syukur bisa menginspirasi.

Jujur, pengennya sih ceritanya step by step. Jadi tiap tahapannya diceritakan gitu biar banyak serinya 😀 . Tapi sayang, disiplin dan prosedural itu bukan saya banget, itu suami saya banget hahaha.

Ceritanya berawal sekitar Maret 2013. Waktu itu suami saya sedang berusaha upgrade nilai TOEFL ITPnya untuk daftar beasiswa S2 ke New Zealand. Buat yang belum tahu, suami saya itu peneliti yang (konon) dituntut untuk terus memperdalam keahlian di bidang yang digelutinya. Kebanyakan, senior-senior di kantornya itu melanjutkan sekolah ke luar negeri lewat beasiswa. Ah, siapa coba yang ngga pengen.

Suami tercinta saya ini super duper pinter, hanya saja kemampuan bahasa inggrisnya memang masih perlu diasah. Kalo saya, super duper pinter sih ngga, tapi lumayan laaah bahasa inggrisnya, tinggal dipoles (hahaha.. sama aja!).