Cerita Kelahiran Ilan (part 1)

Arsip Cerita, Arsip Dylan, Arsip Ibu

Disclaimer : Akhirnya terusik juga pengen nulisin kisah kelahiran Ilan. Cerita ini ditulis saat umur Ilan 2 minggu lagi menuju 12 bulan haha.. hampir setahun yang lalu. Jadi harap maklum kalo ceritanya udah agak lupa 🙂

Prolog
Ilan diprediksi lahir tanggal 4 Juli 2012. Nah cerita berikut ini saya flashback mundurnya nyampe seminggu sebelum Ilan lahir, karena ada part penting yang kudu banget diceritain #niatbanget. Cerita kelahiran Ilan merupakan salah satu momen penting di hidup saya, suami dan keluarga besar kami. Kalo bagi saya jelas dong melahirkan itu fase penting buat kaum wanita, peralihan dari istri menjadi ibu. Bagi si ayah, ya hampir sama peralihan dari suami jadi ayah. Sementara bagi keluarga besar kami, momen ini jadi penting karena akan bertambah anggota keluarga baru, cucu pertama di kedua belah pihak. Dari kubu keluarga saya, Ilan akan jadi bayi pertama sejak adik bungsu saya (17 tahun lalu), bahkan di kubu suami akan jadi bayi pertama sejak 23 tahun lalu. Begini ceritanya..

Arti Nama

Arsip Cerita, Arsip Ibu

Saya termasuk orang yang percaya bahwa nama adalah doa. Saat kecil terkadang saya iri dengan adik-adik saya yang namanya berasal dari bahasa arab. Jadi saat itu saya pikir doa itu bahasa arab, sehingga nama yang mengandung doa adalah nama yang berasal dari bahasa arab. Padahal setelah saya makin dewasa, tentu saya memahami, sebaik-baik doa adalah yang dimengerti oleh sang pendoa. So, tidak harus berbahasa arab. Abi dan Umi memberi saya nama Putriana Indah Lestari. Putriana itu singkatan Putri Aisyah dan Nasihin Aziz.

Tips Memperlancar dan Memperbanyak ASI (ala emak Ilan)

Arsip Ibu, Arsip Informasi, Arsip Suka-Suka

Disclaimer : this is based on my experience, so that, maybe work or not for other mom (breastmilk supply is so spesific for each mom)

Saya percaya: setiap ibu, siapapun, tentu ingin memberikan yang paling paling paliiiiiing baik untuk buah hatinya. Salah satunya dalam hal menyusui. Meski menyusui itu sesuatu yang alamiah, ngga sedikit juga lho yang pada akhirnya gagal dan menyerah sebelum 2 tahun. Banyak faktor memang, salah satunya karena kurang paham ilmunya.

Buat saya pribadi, breastfeeding is a mind games! It’s all about our mind. Jadi, yang terpenting adalah menjaga rasa dan pikiran. Paling gampang, kalo kita seneng, rileks dan nyaman, insya Allah asi lancaaaar. Nah, berbekal pedoman mindgame dan cara kerja prolaktin dan oksitoksin, berikut beberapa cara yang pernah saya coba untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas asi #tsaaaah.

Manajemen ASI Perah (ASIP) Untuk Ibu Bekerja

Arsip Ibu, Arsip Informasi

Postingan ini adalah salah satu dream post buat saya. Pengeeen banget cerita tentang manajemen asi perah for working mom. Menulis setiap kata di postingan ini seperti menuliskan sejarah, nostalgia, napak tilas dan salah satu kenangan yang penting di hidup saya. Yes, breastfeeding is a prestigous achievement for me. Haha.. melebay nih tampaknya..

Biskuit Bayi Homemade dan Lovemade (8m+)

Arsip Dapur, Arsip Ibu, Arsip Informasi

Yeayyyy… alhamdulillah hasil ngoprek semalem di dapur, terciptalah cemilan untuk Ilan yang dibuat di rumah (homemade) dan dibuat dengan cinta (lovemade). Berikut penampakannya:

image

Sebetulnya saya masih galau mau menyebut panganan ini sebagai biskuit atau cookies. Resepnya ini saya dapat dari milis mpasirumahan yang diposting oleh mommy Anya (mom chelsea). Nah sang empunya resep bilang ini biskuit. Tapi hasil akhirnya mirip cookies. Yasudahlah sementara ini saya manut saja dengan penyebutan biskuit, mau biskuit mau cookies yang penting consumeable.

Selamat Tinggal ‘malas menyusu’

Arsip Cerita, Arsip Ibu, Arsip Informasi

Yak! Hampir seminggu sudah Ilan malas menyusu. Selama itu jg saya sibuk cari info sana sini tentang apa saja yang berkaitan dengan malas menyusunya Ilan yang akhirnya sampai pada kesimpulan aksinya Ilan ini gejala dari nursing strike. Berbagai metode menghilangkan nursing strike saya pelajari. Aksi2 PDKT ke Ilan pun sudah gencar saya lancarkan. Tapi yang aneh, sikap Ilan ke saya ya biasa saja, kalo malem nemplok bobonya berpelukan. Saya bangun untuk memompa saja, Ilan kusak kusek nyariin. Padahal berdasarkan beberapa testimoni para ibu yang bayinya sempat mengalami nursing strike, sikap bayinya agak berubah ke ibu. Saya jadi mulai berubah pikiran, ini Ilan bener2 nursing strike atau memang frekuensi menyusunya berubah. Memang sih, sekarang Ilan sekali menyusu daya hisapnya lebih oke dan mantep. Kalau LDR pun sudah bisa mengatasi dan ngga dilepas putingnya. Jadi kemungkinan pola menyusu Ilan sudah lebih efektif dari sebelumnya.

Sebenarnya yang paling saya khawatirkan dari aksi Ilan ini adalah Ilan akan benar-benar mogok menyusu langsung. Alhamdulillah stok ASIP saya melimpah, jadi masalah ini sepertinya tidak akan membuat saya memberi sufor pada Ilan. Hal terburuk yang saya bayangkan adalah menjadi emak eping (exclusively pumping). Ooooh ngga kebayang deh. Saya ngga siap mengakhiri ‘kemesraan’ dengan Ilan.

Nah, untuk mengantisipasi malas menyusu agar tidak menjelma mogok menyusu, saya menghentikan penggunaan dot. Alhamdulillah eyang Ilan mau mengalah. Sekarang Ilan minum ASIP hanya menggunakan sendok. Ternyata, it works! 2 hari dot diberhentikan, saya dan Ilan sudah mesra lagi yeayyyyyy!!!. Walau begitu, frekuensi menyusu Ilan tetap lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Lalu apa kabar dengan menghisap jempol? Ini sih masih teteeuuuup. Jadi sebelum siap menyusu, Ilan menghisap jempol dulu kemudian miring, lalu melepas (dilepas) jempolnya dan hap lanjut menyusu. Sesekali Ilan melepas puting dan menghisap jempol sebentar. Biasanya saat flow asi deras. Kadang sesekali melepas puting lalu mengajak saya ngobrol. Halah halaaaaah.. macam2 gaya menyusunya. Ngga apa deh Lan, asal mesra lagi sama Ibu hehe..

Saya senang periode malas menyusu sepertinya sudah berlalu. Saya dapat simpulkan, rupanya fase hidup Ilan mulai memasuki tahap yang lebih kompleks, yang tadinya hanya bobo nen ipis ais.. sekarang sudah ada interaksi dan bermain-main. Perlu waktu seminggu untuk saya menyadari ini. Ilan semakin tumbuh dan berkembang. Waktu betul2 berlalu dengan cepat. Ya, saya merindukan Ilan yang bisa setiap jam nemplok menyusu, tapi saya bahagia, sekarang Ilan sudah semakin beradaptasi dengan dunia, mulai menyadari dan tertarik dengan berbagai hal. Huwaaaaaaa… gimana nanti kalo Ilan mulai sekolah dan lebih banyak main sama teman2nya hiks.. dan satu hal, saya semakin menyayangi my beloved Umsky (can’t imagine Ilan diasuh orang lain yang ngga sabaran nyendokin asip hihihi). Ya, cinta Ibu memang tak terukur dan tak terhingga..

Dylan dan jempol, nursing strike?

Arsip Cerita, Arsip Ibu, Arsip Informasi

Saya cemburu berat sama jempol seseorang. 2 hari ini sebeeeeel sama jempol. Bukan, bukan jempol wanita lain 😛 hehe.. tapi jempol putra tercinta saya Ilan. Seminggu ini Ilan rajin banget belajar menghisap jempol. Saya menganggapnya sebagai sesuatu yang normal karena toh dalam kandungan juga salah satu (atau mungkin satu2nya) hiburan janin adalah menghisap jempolnya. Dan refleks menghisap ini malah diharuskan sudah dikuasai janin sejak dilahirkan karena sebagai modal awal kemampuannya untuk menyusu. Beberapa bayi mungkin langsung ingat dengan kegiatan menghisap jempol tersebut sejak awal2 kelahiran, tapi Ilan baru mulai belakangan ini. Ya memang setiap tangannya berada dekat mulut sudah sejak lama otomatis dia mau hap saja. Tapi yang terjadi seminggu ini adalah Ilan mulai mengkhususkan jari yang masuk adalah jempol. Saya dan suami serta orang2 di sekitar Ilan tidak akan mencoba melepaskan setiap kali Ilan berhasil menghisap jempolnya, karena beberapa referensi yang saya baca mengatakan bahwa mengisap adalah hiburan bayi dan bila dibatasi dapat membuat bayi frustasi.

Singkat cerita, 2 hari ini Ilan jagoooo banget ngisap jempolnya. Biasanya sih hanya menjelang tidur dan dia lepas saat sudah lelap. Nah sejak kebiasaanya tersebut itulah dia mulai menganggap menghisap jempol lebih asik daripada menghisap puting (menurut pengamatan saya). Dan bisa ditebak selanjutnya yang terjadi adalah, Ilan malas menyusu.. hiks *mewek*. Biasanya puting yang lebih dulu dicari, sekarang jempol dulu. Makin lama kok dia malah histeris kalo saya sodorin puting. Saya harus menunggu dia bosan dulu dengan jempolnya baru saya susui. Biasanya sampai dia mengantuk. Lama2 saya kok jadi sediiiiiiiiiiih banget. Saya merasa bukan nomer satu favoritnya Ilan lagi *nangis bombay*.

Tapiiiiii, bukan saya namanya kalo ngga nyari tau lebih mendalam tentang malas menyusunya Ilan. Saya pun rajin browsing sana sini demi mendapatkan sebuah jawaban :P… dan setelah saya pelajari dengan seksama ternyata penyebab malas menyusu itu buanyaaaak.. wah langsung galau, udah terlanjur nuduh jempolnya Ilan :D..

Jadi ternyata ada suatu istilah yang disebut nursing strike (mogok menyusu). Saya menganggap malas menyusunya Ilan ini adalah gejala menuju nursing strike. Malas menyusu atau istilah baratnya sering disebut nursing strike. Untuk info lebih lanjut tentang nursing strike dapat dilihat disini (ini versi bahasa indonesianya) atau ini dan ini.

Setelah browsing-browsing, beberapa hal yang mungkin jadi sebab musabab Ilan males menyusu yaitu:

  1. Perubahan rutinitas/lingkungan di sekitarnya, misal si ibu kembali kerja setelah cuti bersalin berakhir. Yak, ini terjadi pada saya, Ilan baru saya tinggal kerja 2 minggu.
  2. Perubahan suasana, misal emaknya ganti parfum or deterjen. Kayaknya bukan ini deh, ga ada yang berubah.
  3. Udah bisa main jadi ngga fokus sama menyusu lagi. Ini nih, ini kayaknya mungkin. Ilan baru2 tengkurep dan balik lagi, terus juga lagi sering asik pegang ini itu. Dia juga udah bisa main2 sama boneka. Jadi bisa aja dia keasikan ngerjain yang lain. Dalam hal ini termasuk juga ngisep jempol yang baru dia bisa 2 hari. Ibarat kata, lagi hot2nya :D.
  4. Mau numbuh gigi. Oh noooooo.. kayaknya belum ya.
  5. Sakit. Misalnya karena flu yang bikin hidung mampet. Ini jangan sampe deh. Alhamdulillah Ilan sehat, jadi bukan ini penyebabnya.
  6. Bingung puting. Duh, ini dia hal yang paling saya takutkan. Selama saya tinggal kerja, Ilan minum ASIP pakai dot. Walau udah diusahakan dot yang katanya mirip anatomi payudara ibu, tapi saya tau banget ngga mungkin sama. Biasanya Ilan minum ASIP pakai dot ngga sampai habis, kadang cuma dimainin, nah nanti sisanya diminumin pakai sendok. Makanya saya sempat PD nih Ilan ga akan bingung puting.

Nah diantara beberapa penyebab malas menyusu di atas beberapa bisa jadi alasan Ilan malas menyusu. Saya harus mencari tahu sebab yang paling tepat. Tapi diantara cara yang akan saya terapkan besok adalah menghentikan dot. Ilan minum ASIP pakai sendok saja. Sebetulnya kasihan eyangnya Ilan yang minumin ASIP. Tapi demi keharmonisan saya dan Ilan, mau ngga mau ya harus mau hehe.. (maapkan ums..).

Semoga urusan malas menyusu ini segera berakhir. Dan bisa bermesraan breastfeeding lagi sama Ilan.. aamiiiin.

Perlengkapan Menyusui untuk Ibu Bekerja

Arsip Ibu, Arsip Informasi

Duluuuuu, saya mikirnya untuk breastfeeding itu ya modalnya cuma breast. Sama sekali ngga kepikiran tuh tentang mekanisme untuk ibu bekerja yang tetap mau memberikan asi untuk buah hatinya. Dan yang parah, saya dulu bercita-cita untuk memberikan susu formula yang paling tren dan bikin anak pinter *korban iklan* untuk anak-anak saya nanti. Pahamnya ASI untuk bayi itu ya cuma 6 bulan saja.

Alhamdulillah masa-masa jahiliyyah itu sudah berlalu. Meski belum sempurna, sekarang saya mulai paham seluk beluk perASIan. Dan saya pun akhirnya tahu sesuatu yang disebut ASIP (ASI perah/pompa) hahaha.. (kemana aja buuuu?). Untuk mendapatkan ASIP, bisa dengan tangan kosong (tanpa alat) atau dengan alat. Mengeluarkan ASI dengan tangan tekniknya disebut marmet, ini lebih direkomendasikan ketimbang menggunakan breastpump. Tetapi setelah belajar dari video di youtube dan teori dari beberapa referensi plus beberapa kali praktek, sepertinya saya tidak bakat dibidang marmet. Saya lebih percaya diri menggunakan breastpump.

Nah, untuk mendukung karier saya dalam menyusui Ilan. Saya pun “mempersenjatai” diri saya dengan beberapa alat, seperti di bawah ini :

image

Freezer
Freezer ini gunanya untuk menyimpan ASIP. Disarankan menggunakan freezer khusus yang tidak tercampur dengan bahan makanan lain guna menjaga kualitas ASIP. Jenis freezernya bisa apa saja, mulai dari freezer kulkas 1 pintu, 2 pintu sampai deep/chest freezer. Beberapa referensi menyatakan deep freezer memang lebih baik untuk menyimpan ASIP karena suhu lebih stabil (jarang dibuka) dan lebih dingin. Semakin dingin, maka ASIP semakin awet. Kisaran harga deep freezer mulai 1,8 juta. Saya dan suami sementara ini memutuskan untuk menyewa saja, dengan harga sewa 100 ribu/bulan.

Breastpump (pompa ASI)
Ini nih senjata utama working mom yang tidak ahli marmet seperti saya. Saat kehamilan memasuki minggu terakhir, saya mulai membeli breastpump. Berdasarkan hasil mantengin forum terkait, saya memutukan menggunakan yang manual dari Unimom, namanya unimom mezzo. Alasanya karena dengan harga yang lebih hemat, banyak testimoni yang puas dengan breastpump ini. Harganya 210 ribu saat saya beli. Dan bagaimana hasilnya? Saya cukup puas dengan pompa ini, terbukti nyaman dan mudah memancing LDR. Pompa kedua yang saya miliki masih jenis manual dari Avent Phillips. Harganya saya dapat miring yaitu 550 ribu karena saya beli ex-kado. Avent manual ini memang terbukti nyaman dan menghasilkan lebih banyak ASIP dalam waktu yang lebih singkat. Sayangnya botol untuk avent manual harus botol avent juga. Karena saya males agak repot kalau harus ganti botol karena penuh, saya beli lagi 2 buah botol Avent berukuran 260 ml. Padahal pada prakteknya jarang sekali mompa bisa sampai penuh hehe.

Breastmilk storage (wadah penyimpan ASIP)
Wadah penyimpan bisa macem-macem, tapi saya lebih cocok memakai botol kaca ex-UC dengan tutup ulir. Harganya juga lebih murah cuma 1.300/botol. Selain botol kaca saya juga menyiapkan plastik ASIP untuk berjaga-jaga. Tapi beberapa kali dicoba, Ilan kurang suka dengan ASIP yang disimpan di plastik.

Sterilizer
Sebetulnya lebih hemat kalau menstrerilkan perlengkapan ASIP dengan cara direbus. Hemat listrik. Tetapi, sepulang kantor biasanya energi saya sudah tidak maksimal. Dengan sterilizer elektrik saya tinggal masukkan alat yang mau disteril, pencet tombol, lalu tiduuuur haha.. ya, resikonya biaya listrik membengkak. Pakai merk IQ Baby, beli di babyshop deket rumah.

Cooler Bag
Cooler bag fungsinya untuk menjaga ASIP tetap dingin, karena semakin dingin, ASIP akan semakin tahan lama. Cooler bag ini sangat penting untuk ibu bekerja yang di kantornya tidak tersedia kulkas (lemari pendingin). Kalau untuk saya pribadi, cooler bag saya gunakan untuk membawa ASIP selama perjalanan pulang dari kantor ke rumah. Saya menggunakan Gabag Square yang saya beli secara online di asibayi.com (toko ini cukup lengkap dalam menyediakan pernak pernik menyusui).

Nursing Apron (Penutup Menyusui)
Nursing apron adalah kain yang dijahit sedemikian rupa hingga dapat dikalungkan di leher dan berfungsi untuk menutupi bagian dada saat bayi menyusu di tempat umum. Untuk ibu bekerja biasanya berguna juga untuk menutupi saat memompa (memerah) ASI. Manfaat apron untuk saya pribadi adalah untuk menutupi saat memompa ASI di kantor apabila saya ingin memompa di depan meja kerja saya (biasanya sambil nyambi nonton di PC :P). Saya menggunakan merk Baby Al yang saya beli secara online di Garasi Ayunda dengan harga 70 ribu rupiah.
image

Perlengkapan Mencuci Botol dan Pompa
Perlengkapan ini kudu wajib ada. Sebisa mungkin ada 2 set untuk di rumah dan di kantor. Isinya adalah sabun pencuci dan sikat. Sabunnya saya menggunakan Sleek dan sikatnya merk pigeon. Sikat pigeon ini nyaman digunakan, tinggal puter aja.

Baiklah, itu tadi semua adalah senjata menyusui saya. Semoga bisa memberikan gambaran untuk new mommies yang sedang bersiap-siap berjuang memberikan ASI sambil bekerja. Mari dukung setiap bayi mendapatkan haknya.

Baby comes, baby blues..

Arsip Cerita, Arsip Ibu, Arsip Informasi

Saat usia kandungan saya mulai besar, salah satu sahabat saya di kantor bilang : “Put siap2 lo, nanti klo abis lahiran, lo tuh bisa kayak blank gitu pikirannya, kadang sedih, kadang kesel, kadang seneng, istilahnya syndrom baby blues”. Whaaaat?? Saya baru denger nih istilah baby blues. Seperti biasa, browsing lah saya. Seneng deh akses informasi semakin terbuka, kebayang banget kalo tanpa internet masa iya kudu browsing halaman demi halaman di buku, itu juga kalo bukunya ada :P.
Dari hasil baca sana sini, penyebab baby blues ini bermacam-macam, kebanyakan sih bilang karena pengaruh hormon. Hormon apakah itu, saya lupa (PR nih nanti saya update). Penjelasannya kurang lebih sama dengan sindrom PMS hehe.. jadi perasaan si ibu baru ini jadi agak labil. Ketidaksiapan menghadapi perubahan besar menjadi faktor pemicunya. Biasanya sih disebabkan karena merasa canggung mengurus bayi hingga merasa gagal, merasa tubuh berubah khawatir suami berpaling (ehm) dan sampai merasa kehidupannya hilang, misal yang biasa nonton jadi ngga bisa (eh cucol). Tingkat ‘parah’nya baby blues ini berbeda-beda tiap orang. Ada lho yang sampai memakan korban jiwa (hiyyyyy naudzubillahi min dzalik). Nah, belajar mencari tahu tentang baby blues ini kabarnya dapat membantu untuk mencegah juga.
Lalu, apakah saya berhasil menghindari baby blues? Jawabannya: tidak. Ya, meski malu, harus saya akui akhirnya saya mengalami baby blues. Dimulai dari hari pertama membawa pulang Ilan ke rumah, saya blank, bingung… selama hamil saya dan suami sibuk berkutat dengan hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan. Kesimpulan saya, seharusnya saat berencana hamil kita belajar tentang kehamilan, nah saat hamil ya harusnya belajar tentang melahirkan dan cara pengurusan bayi, termasuk menyusui. Ya, menyusui adalah tantangan yang bagi saya beraaaat sekali. Karena saya kurang terpapar informasi tentang menyusui. Saya menyesal sekali saat itu. Saya bingung bagaimana memposisikan Ilan saat menyusu, kemudian saya juga kecolongan info tentang breast care semasa kehamilan sehingga ASI baru keluar di hari ke-3. Puting saya lecet, setiap Ilan menyusu rasanya seperti disayat2 silet. Ilan menangis terus, mungkin karena haus dan lelah menghisap tetapi hasil tidak memuaskan. Jahitan pasca melahirkan yang nyut2an, ditambah stress melihat bentuk badan di cermin. Puncaknya Ilan kuning. Bilirubinnya 14. Setiap hari yang saya lakukan hanya mewek, nangis, mewek, nangis.. saya merasa gagal dan tersudut. Belum lagi, badan ini rasanya mau rontok. Tidur tidak lelap, karena Ilan kerap terbangun. Itupun sebetulnya beban saya dan suami tidak terlalu berat karena ada Umi saya membantu. Sampai suatu malam saya melakukan hal yang terus saya sesali hingga sekarang. Saya menangis saat Ilan sedang menyusu. Puting terasa sangat sakit, ditambah lagi sakitnya jahitan yang saya dapat juga masih nyeri. Saat saya menangis, suami mencoba menenangkan, tidak lama kemudian Ilan juga ikut menangis, bener2 desperate moment deh. Ilan akhirnya tertidur mungkin karena lelah, menatap Ilan yang tidur saya menangis lagi. Saya menyesal karena banyaknya ketidaktahuan saya, justru merugikan putra saya. Hari-hari terasa kacau. Jauh dari bayangan saya saat hamil. Menggendong Ilan saja saya dan suami masih harus belajar dari nol. Sekali lagi saya masih sangat beruntung Umi saya mendampingi. Waduh ngga bisa bayangin kalau cuma berdua.
Berapa lama saya mengalami baby blues? Kalau saya tidak salah ingat, sampai hampir 3 minggu. Itu 3 minggu yang paling galau dalam hidup saya haha..
Bagaimana cara mengatasinya? Sebisa mungkin saya tidak sendirian, saya mulai belajar cuek melihat rumah berantakan, karena tertekan melihat rumah kotor saja saya bisa menangis meratapi. Yang jelas, sharing dengan suami dan Umi sangat membantu saya melewati perubahan besar ini. Pada kasus yang saya alami, ada satu kejadian khusus yang benar2 membuat baby blues saya menghilang sama sekali. Jadi pada hari itu saya ditinggal berdua dengan Ilan, Suami ke kantor, Umi ada keperluan. Saya sudah mulai pintar saat itu. Tapi ternyata, setelah menyusu Ilan menangis heboh. Biasanya dia diam saat digendong di pundak. Cuma masalahnya, saat itu saya belum bisa menggendong dia di pundak. Terpaksa saya coba, eh yang ada Ilan hampir kecengklak (aduh bahasanya..). Langsung saya peluk, seperti biasa langsung dong mewek dan nangis. Di luar dugaan Ilan tersenyum, malah mengeluarkan sedikit suara, jadi semi2 tertawa. Sayapun ikut tertawa. Nah, dari situ saya mulai sadar, bukan cuma saya yang sedang belajar, Ilan juga sedang belajar saat ini. Ilan berusaha beradaptasi dengan hal2 baru di luar rahim, hal yang asing baginya. Masa sih saya yang seharusnya jadi tempat dia bergantung, malah melemah. Itu senyum pertama Ilan, dan dia bagi hanya untuk saya, ya senyumnya itu ditujukan pada saya. Melihat senyumnya percaya diri saya tumbuh lagi. Tidak ada ibu yang gagal, yang gagal itu yang tidak mau belajar. Sejak hari itu, baby blues saya hilang sama sekali yeaaaayyyy.
Setelah lulus dari pengalaman baby blues yang penuh dengan linangan air mata hehe.. sedikit yang bisa saya ambil dan saya bagi dari pengalaman saya:

  1. Kenapa terjadi baby blues? Kalau pendapat saya, karena perubahan dan ketidaksiapan. Ya, dianugerahi Ilan itu perubahan besar untuk saya dan suami. Bahkan untuk keluarga besar kami. Nah, seharusnya menghadapi “perang” besar, persiapan juga kudu matang dong. Saya pikir cukup menyiapkan baju2 lucu dan pernak pernik lainnya. Ternyata salah besar. Cari sebanyak2nya info tentang perawatan anak, berkunjung ke klinik laktasi, belajar menggendong, memandikan. Cari tahu saat hamil, insya Allah lebih siap.
  2. Jangan pendam sendiri. Bicara dengan suami, orang tua, adik ataupun sahabat bisa mengurangi tingkat keparahan baby blues. Terutama kepada suami. Bila perlu ingatkan sejak masih hamil tentang kemungkinan terjadinya baby blues. Karena saat si ibu mengalami baby blues, suamilah orang yang paling berpotensi membantu pemulihannya, dan tentunya berpotensi juga menambah parah.
  3. Belajar menghargai diri sendiri. Bukan cuma kita yang kesulitan menghadapi bayi baru lahir. Banyak lho di luar sana yang ‘senasib seperjuangan’ jadi jangan merasa gagal.
  4. Sering2 menatap bayi kita.. syukuri keberadaannya.. dan ingat, kepada ibunya lah bayi akan menggantungkan hidup. Jadi, jangan lemah.
  5. Jangan ragu minta bantuan orang lain.
  6. Dan yang terakhir, perlu juga lho menyenangkan diri sendiri. Kalau saya sih saat itu, setiap minggu panggil ibu pijat ke rumah. Lumayan refresh kalau habis dipijat.

Yap semoga bermanfaat. Ya, minimal bermanfaat buat saya mengahadapi adiknya Ilan nanti (eng ing eeeeeng)..