Sarjana ASI

Arsip Cerita, Arsip Dylan

Alhamdulillah, tepat hari ini, selesai sudah 25% kewajiban pemberian ASI saya kepada Ilan. Yup, hari ini Ilan resmi wisuda jadi sarjana ASI. Yippiiieeeee!!!!

image

Serifikat dari AIMI

Bangun tidur udah excited banget. Mengingat perjalanan selama 6 bulan ini yang penuh liku *lebay*. Awal menyusui berlangsung penuh drama dan air mata alias baby blues. Belum lagi disusul dengan derita dicuekin saat nursing strike. Support suami, ibu, adik2 dan seluruh keluarga sangat membantu tercapainya pemberian asi eksklusif untuk Ilan. Jadi saya setuju banget deh kalau menyusui itu menjadi hajat hidup seluruh keluarga, bukan cuma saya dan Ilan. Saya bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang pro asi. Belum lagi dukugan dari teman-teman seperjuangan di forum ini. Setiap ada teman yang sedang memulai breastfeeding journey saya selalu menekankan bahwa keberhasilan menyusui selain keinginan kuat dari si ibu adalah support dari orang-orang di sekelilingnya, jd penting hukumnya untuk mengedukASI seluruh keluarga agar jadi pendukung nomor wahid. Untuk ibu bekerja, suasana dan kondisi di kantor juga sangat berpengaruh. Alhamdulillah saya bekerja di lingkungan yang sadar pentingnya asi, sehingga saya dapat toleransi tanpa batas untuk memerah asi. Walau di kantor saya belum ada ruang khusus untuk memerah, tapi tidak menjadi hambatan yang berarti.

Apakah saya pernah down dan merasa ingin menyerah? Ya, jawabannya sering :D. Kegalauan kerap menghampiri ketika hasil perah di kantor tidak mencukupi sehingga harus tambal sulam dengan stok di freezer which is menurut literatur kandungan gizinya sudah berkurang dan Ilan juga kurang suka rasanya karena tidak semanis asip fresh. Belum lagi saat jadwal kunjungan ke dokter tiba dan BB Ilan cuma naik sedikit, haduuuuh pasti langsung down dan mikir macem2 bahwa asinya ngga cukup lah, ngga bergizi lah sampe amitamit kepikiran ngasih sufor aja biar gendut.

Aaaaah pengalaman menyusui yang dulu penuh drama, sekarang menjadi indah dan penuh warna untuk dikisahkan. Lega. Meski baru seperempat dari seluruh kewajiban, saya sangat lega. Karena sekarang Ilan sudah bisa mendapat asupan nutrisi dari alam. Setidaknya kalau hasil perah saya kurang dan saya terlambat pulang, Ilan bisa minum air putih atau jus buah dulu sambil menanti saya. So, bekerja namun tetap menyusui??? Siapa takut!!

image

Selamat ya sayang, yuk kita lanjutkan sampai 2 tahun 🙂

Dan ini diaaaa, penampakan makan Ilan yang pertama kali! Termasuk ke dalam kategori momen bersejarah deh :P. Eyangnya ngotot ngasih pisang untuk first food, ternyata Ilan kurang suka. Etapi bisa juga karena baru pertama kali coba hihihi..

image

First food: Banana!

4 thoughts on “Sarjana ASI

    1. Hai mba Fitri, iya boleh. Sama dr. Ervina juga? Room in kok dan pro ASI. Recommended banget. Dr. Ervina juga baikkkkk banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s