Selamat Tinggal ‘malas menyusu’

Arsip Cerita, Arsip Ibu, Arsip Informasi

Yak! Hampir seminggu sudah Ilan malas menyusu. Selama itu jg saya sibuk cari info sana sini tentang apa saja yang berkaitan dengan malas menyusunya Ilan yang akhirnya sampai pada kesimpulan aksinya Ilan ini gejala dari nursing strike. Berbagai metode menghilangkan nursing strike saya pelajari. Aksi2 PDKT ke Ilan pun sudah gencar saya lancarkan. Tapi yang aneh, sikap Ilan ke saya ya biasa saja, kalo malem nemplok bobonya berpelukan. Saya bangun untuk memompa saja, Ilan kusak kusek nyariin. Padahal berdasarkan beberapa testimoni para ibu yang bayinya sempat mengalami nursing strike, sikap bayinya agak berubah ke ibu. Saya jadi mulai berubah pikiran, ini Ilan bener2 nursing strike atau memang frekuensi menyusunya berubah. Memang sih, sekarang Ilan sekali menyusu daya hisapnya lebih oke dan mantep. Kalau LDR pun sudah bisa mengatasi dan ngga dilepas putingnya. Jadi kemungkinan pola menyusu Ilan sudah lebih efektif dari sebelumnya.

Sebenarnya yang paling saya khawatirkan dari aksi Ilan ini adalah Ilan akan benar-benar mogok menyusu langsung. Alhamdulillah stok ASIP saya melimpah, jadi masalah ini sepertinya tidak akan membuat saya memberi sufor pada Ilan. Hal terburuk yang saya bayangkan adalah menjadi emak eping (exclusively pumping). Ooooh ngga kebayang deh. Saya ngga siap mengakhiri ‘kemesraan’ dengan Ilan.

Nah, untuk mengantisipasi malas menyusu agar tidak menjelma mogok menyusu, saya menghentikan penggunaan dot. Alhamdulillah eyang Ilan mau mengalah. Sekarang Ilan minum ASIP hanya menggunakan sendok. Ternyata, it works! 2 hari dot diberhentikan, saya dan Ilan sudah mesra lagi yeayyyyyy!!!. Walau begitu, frekuensi menyusu Ilan tetap lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Lalu apa kabar dengan menghisap jempol? Ini sih masih teteeuuuup. Jadi sebelum siap menyusu, Ilan menghisap jempol dulu kemudian miring, lalu melepas (dilepas) jempolnya dan hap lanjut menyusu. Sesekali Ilan melepas puting dan menghisap jempol sebentar. Biasanya saat flow asi deras. Kadang sesekali melepas puting lalu mengajak saya ngobrol. Halah halaaaaah.. macam2 gaya menyusunya. Ngga apa deh Lan, asal mesra lagi sama Ibu hehe..

Saya senang periode malas menyusu sepertinya sudah berlalu. Saya dapat simpulkan, rupanya fase hidup Ilan mulai memasuki tahap yang lebih kompleks, yang tadinya hanya bobo nen ipis ais.. sekarang sudah ada interaksi dan bermain-main. Perlu waktu seminggu untuk saya menyadari ini. Ilan semakin tumbuh dan berkembang. Waktu betul2 berlalu dengan cepat. Ya, saya merindukan Ilan yang bisa setiap jam nemplok menyusu, tapi saya bahagia, sekarang Ilan sudah semakin beradaptasi dengan dunia, mulai menyadari dan tertarik dengan berbagai hal. Huwaaaaaaa… gimana nanti kalo Ilan mulai sekolah dan lebih banyak main sama teman2nya hiks.. dan satu hal, saya semakin menyayangi my beloved Umsky (can’t imagine Ilan diasuh orang lain yang ngga sabaran nyendokin asip hihihi). Ya, cinta Ibu memang tak terukur dan tak terhingga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s